Sejarah Permainan Bulu Tangkis / Badminton Online Terpercaya

64
Sejarah Bulu Tangkis

Badminton – Di Inggris permainan ini diketahui dengan nama Battledores atau Shuttlecocks, inti permainannya menjaga kok agar tidak jatuh. Tetapi saat itu tanpa net

Permainan ini dibawa oleh masyarakat Inggris ke seputar Asia yakni India, Tiongkok, serta Thailand Di Tiongkok permainan ini diketahui dengan nama Jianzi.

Permainan Badminton yang kompetitif dibuat oleh Tentara Inggris di India dengan nama Poona, kata Poona diambil dari nama kota di India yakni Pune

Materi badminton yang dibuat lebih kompetitif karena ditambah Net

Tentara Inggris membawa Poona kembali pada Inggris serta diresmikan menjadi permainan oleh Isaac Spratt, dengan nama ” Badminton Battledores ” serta mulai dimainkan didalam ruang (Gedung Badminton).

Perubahan Bulutangkis di Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan perubahan bangsa Indonesia, semenjak waktu sebelum revolusi fisik, pergerakan kemerdekaan, s/d periode pembangunan waktu orde baru saat ini.

Sebagian orang Belanda membawa type cabang. berolahraga ini, dan pelajar-pelajar Indonesia yang pulang belajar dari luar negeri, secara cepat jadikan cabang berolahraga ini disukai penduduk.

Pada seputar tahun 40 – an, cabang ini sudah merasuk di tiap-tiap pelosok penduduk. Akan tetapi cabang berolahraga ini baru temukan bentuk organisasinya sesudah tiga tahun diadakan PON I di Solo 1948.

Persisnya tanggal 5 Mei 1951, Persatuan Bulutangkis Indonesia baru tercipta disingkat PBSI di kota Bandung. Pekerjaan yang meriah, laga pertandingan yang teratur, kurun waktu tujuh tahun sudah membawa hasil yang positif yaitu kesuksesan merampas Thomas Cup, simbol supremasi dunia Bulutangkis.

Hampir tidak dapat diterima akal menurut pertimbangan ilmiah, bangsa yang barusan hancur karena perang kemerdekaan, nyatanya dapat mencapai prestasi cemerlang didunia internasional.

Kesuksesan ini tidak saja mengagetkan dari makna prestasi, tapi juga memberi dampak yang mantap. Kesuksesan itu sekaligus juga menarik perhatian pemerintah penduduk, hingga semenjak tahun 1958 itu, PBSI tak akan bekerja seseorang diri.

Tidak saja hasil di Thomas Cup, mulai sejak itu beberapa pemain Indonesia dapat tunjukkan prestasinya di beberapa kompetisi internasional, seperti All England, Asian Games, Uber Cup serta lain-lainnya.

Oleh karena perubahannya cukup sudah luas, karena itu butuh dibangun organisasi yang akan mengatur pekerjaan bulutangkis. Organisasi itu dinamakan “Internasional Badminton Federation” (IBF) pada tanggal 5 Juli 1934.

Di Indonesia sendiri dibuat organisasi induk tingkat nasional yakni Persatuan Bulutangkis Semua Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951. Lalu pada tahun 1953 Indonesia jadi anggota IBF. Dengan begitu Indonesia memiliki hak untuk ikuti perandingan-pertandingan Internasional.